Manajemen Password

March 1st, 2012

Pemakaian internet di zaman sekarang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat kita. Orang -orang sudah terbiasa memakai internet dalam berbagai macam urusan, baik dalam hal mencari atau memberikan informasi, bersosialisasi lewat dunia maya, bekerja, dll. Sering untuk mengakses suatu web kita harus membuat suatu akun pribadi. Hal ini menyebabkan jumlah akun kita menjadi berlipat apabila mengakses banyak website. Masalah yang sering terjadi pada pemilik akun yang jumlahnya relatif banyak adalah lupa password, atau bahkan lupa apa nama akunnya. Manajemen password sangat diperlukan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Lalu, bagaimanakah manajemen password yang baik itu? Apakah dengan menggunakan username dan password yang sama di semua website yang kita pakai? Lalu, bagaimana apabila akun kita dibobol oleh orang? Nah permasalahan baru muncul kembali.

Kita bisa mengklasifikasikan manajemen password menjadi beberapa cara,

  1. manajemen password dengan memakai username dan password berbeda untuk semua akun. Hal ini hanya bisa digunakan jika website yang diakses terbatas, karena mengingat kekuatan ingatan seseorang berbeda -beda. Semakin banyak username dan password yang harus diingat akan menyebabkan meningkatnya tingkat “lupa” terhadap password.
  2. manajemen password dengan memakai username dan password sama untuk semua akun. Hal ini dapat dipakai untuk mengurangi tingkat lupa pada password namun menurunkan tingkat keamanannya secara drastis.
  3. manajemen password dengan memakai sistem premier dan sekunder. Username dan password premier bisa digunakan untuk website yang benar -benar penting. Username dan password premier bisa dibuat berbeda -beda mengingat jumlahnya hanya sedikit untuk meningkatkan keamanan. Contoh username password premier bisa digunakan untuk akun atm, jejaring sosial. Username dan password sekunder digunakan untuk website yang hanya kita akses pada saat itu saja sehingga kita tidak perlu repot -repot mengingat password.

Ketiga manajemen password di atas bisa dipakai menurut selera masing -masing pengguna. Namun, saya menyarankan untuk menggunakan tipe yang ketiga yang menurut saya paling gampang diaplikasikan (aman dan mudah).

Kriptografi

February 23rd, 2012

Pada era sekarang ini, perangkat digital berkembang dengan sangat pesat. Banyak media penyimpanan yang merubah datanya menjadi bentuk digital seperti lagu, video, gambar, teks, dan lain –lain. Dengan menggunakan media digital seperti ini, dapat membantu manusia untuk saling bertukar informasi. Mengirimkan informasi untuk jarak yang jauh, ataupun mencari informasi yang tersebar luas di internet. Seiring dengan kemajuan tersebut, keamanan terhadap data menjadi sesuatu yang harus diperhatikan. Beberapa pengguna yang merasa bahwa datanya harus dicegah dari kerusakan atau dari pencurian yang dilakukan oleh pihak lain. Oleh karena itu dikembangkanlah cabang ilmu yang mempelajari tentang cara-cara pengamanan data atau dikenal dengan istilah Kriptografi.

Dalam kriptografi terdapat dua konsep utama yakni enkripsi dan dekripsi. Enkripsi adalah proses mengubah informasi atau data menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali dengan menggunakan algoritma tertentu. Sedangkan dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut kembali menjadi informasi awal.